Text
PENDIDIKAN ala WARUNG POJOK
Dr. Soedjatmoko melihat Drijarkara sebagai seorang pemikir yang tajam dan berdisiplin ilmiah. " Beliau bukan pembawa suatu sistem filsafat baru. Memang bukan itu yang diusahakannya. Yang disajikannya dan senantiasa ditekankannya ialah suatu cara berpikir, suatu metode berfilsafat sebagaisuatu keaktivan manusia yang hakiki, yang tidak pernah selesai.
Nama nala dalam dunia pewayangan sering digunakan untuk menyebut anak-anak Semar, para anggota dari Punakawan: Nala Gareng, Nala Petruk, Nala Bagong. Mereka adalah pelayan, penjaga, sekaligus penasihat para Pandawa. Seedangkan nala arti harfiahnya adalah hati. Dengan demikian Nala dapat diartikan sebagai seseorang yang punya hati, yang bertugas memberi perhatian pada berbagai hal, serta melayani kebutuhan orang yang dilayaninya. Bahkan Pak Nala juga punya tugas untuk mengingatkan orang yang dilayaninya. Itulah yang dilakukan Pak Nala dalam Warung Pojok.
| NF00315 | 82-17 SUB p C1 | Ruang Koleksi 800-899 (800-an) | Available |
No other version available