Text
MARAJO: Kisah Panjang Bumi Minang
“Aku memahami kedudukanmu, Dipang. Namun sebagai saudara, sebagai putra Iskandar Zulkarnain, aku pantas menyadarkan engkau. Kembalilah engkau kepada kebenaran. Kekuasaanmu yang genggam sekarang tidaklah mutlak. Justru karena itu gunakanlah kekuasaan yang ada di tanganmu untuk rakyatmu. Rakyat Cina.” *** Selepas wafatnya Iskandar Zulkarnain, pemberontakan terjadi di wilayah-wilayah kekuasaannya. Pemberontakan itu mengancam jiwa dan kehormatan Putri Kandauxia, selir kesayangan Iskandar Zulkarnain. Beserta ketiga anaknya, Olif, Difang, dan Marajo, sang putri meninggalkan keraton guna menyelamatkan diri. Sayang, ganasnya lautan memisahkan mereka. Sehingga, ketiga keturunan Iskandar Zulkarnain itu harus menapaki jejak langkahnya masing-masing secara terpisah.
| F00220 | 891.78 AMR m C1 | Ruang Koleksi 800-899 | Available |
No other version available